Follow by Email

Senin, 27 Agustus 2012

Mimpi yang Kandas


Aku adalah seorang wanita. Aku lahir pada tanggal 22 november 1993 tepatnya di Bandung. Aku adalah seorang mahasiswi teknik dari universitas swasta ternama di Bandung yaitu almamaterku tercintahh Universitas Pasundan atau nama keren nya sih UNPAS. Aku mengambil program studi teknik Informatika. Yah mungkin untuk sebagian orang agak aneh dengan jurusan ini “ wah kok mau masuk jurusan itu kan susah?” aku hanya bisa menjawab yah memang cukup sulit hehe api tapi kalo kita serius semua itu akan berpihak pada diri kita. Aku sangat menyadari saat kelas perdana kuliah dimulai pelajaran pertama yang muncul adalah ALGORITMA dan PEMROGRAMAN 1. Aku santai santai saja karena yang aku kira ini hanya pemrograman biasa. Dan ternyata pelajaran ini lebih mengutamakan LOGIKA jadi untuk yang suka bermain logika inilah tempat dimana kalian bisa menginspirasi seluruh kelohikaan kalian haha. Yah walaupun sampai semester 3 ini aku BELUM begitu mahir jika disuruh membuat program tapi yah aku bisa mengikuti pelajran ini denga baik dengan grade yang selalu aku dapatkan “B” hehehe.
                Sebelumnya sih aku gak punya pikiran dan gak sampe kepikiran untuk masuk Teknik Informatika apalagi di swasta. Dulu aku sangat dan sangat bercita-cita masuk STAN perpajaka ehh karen hati kecil tidak meyakinkan dengan ribuan bahkan jutaan pesain keinginan aku melorot, cita-citaku pindah dan ingin sekali masuk Kebidanan Poltekes Bandung tidak tau angin dari mana yang membuat aku ingin sekali masuk kebidanan dari situ aku sering sekali lihat video dari You Tube bagaimana proses melahirkan, bagaimana terjadinya menstruasi dan semua yang berkaitan dengan wanita pasti aku lihat soalnya aku niat bangetttt. Dan saat itu aku dapat info kalo poltekes mengadakan TRY OUT persiapan untuk USM nya. Nah jangan ditanya lagi aku pasti ikut dan harus ikut. Aku mengikutinya dengan penuh semangat dan seoga di hasil USM nya nanti aku lulus dan bisa jadi ibu Bidan aminn. Selang beberapa hari setelah TRY OUT akhirnya USM diadakan dengan persiapan yang cukup matang aku berusaha dengan sekuat tenaga semoga apapun yang terjadi hasilnya adalah yang terbaik bagiku. Dengan wajah kusut aku keluar dari tempat tes.
                “Hmm.. yah lumayan lah semoga hasilnya memuaskan.aminn”Jawabku terhadap teman disebelahku
                Dan hari penentuan pun datang hari ini tepat dibagikan kelulusan Poltekes dengan rasa was-was aku buka Laptop kesayanganku AxiooNeon itu merk nya. Aku buka dengan hati-hati dengan was was jemariku mengetik situs web yang akan aku tuju. Aku buka file yang ada di website itu dan aku cari namaku di jurusan kebidanan. Aku pasrah dan aku katakan
“ Kayaknya gak ada deh Teh” jawabku lemas pada tetehku yang menemaniku membuka web itu
Dan benar-benar tidak ada aku pasrah dan tidak sengaja air mata aku jatuh dengan deras.
“Ya Alloh apa kurang nya aku padahal aku belajar dengan giat apa yang ada di Try Out itu aku kerjakan tapi kenapa gak ada kesempatan untuk membahagiakan kedua orangtua untukku “
Pada pagi itu juga aku lemas mataku bengkak dan tak ada semangat sekali dari hidupku. Tapi ibuku memberi kesempatan untukku agar berkuliah di negeri. Kebetulan USM yang masih dibuka adalah POLBAN (Politeknik Negeri Bandung) tak tanggung-tanggung aku langsung mendaftar dengan diantar teman setiaku yang sekarang sudah menjadi ex tepatnya mantanku hehe. Aku mengambil jurusan Teknik Refrigrasi dan Tata Udara dan pilhan keduanya Teknik Informatika. Hmm dari namanya juga udah keren apalagi bobot nilainya Wooow banget kayanya yah. Tapi aku selalu optimis untuk menang. “Bismillah”. Hari tes pun tiba aku mengerjakan soal dengan semangat aku berusaha semaksimal mungkin.
“AKU HARUS LULUS!!!” jawab dalam hatiku tegas.
Aku selalu berdoa sampai hari pengumuman kelulusan tiba. Seperti biasa aku buka website nya dan sampai-sampai aku enggan karena ada sedikit perasaan trauma dalam diriku.
                “ASTAGFIRULLOHALADZIM ya Alloh aku gak LULUS lagiiiiiiiiiiiiiiiiiiii..”aku sedikit teriak dengan wajah bingung dan tak terasa air mataku jatuh lagi.
                “Ya Alloh salah apa aku aku selalu berdoa dan belajar terus menerus tapi kenapa ya Alloh..”
Perasaan seperti ini tidak aku hiraukan aku sedikit emosi dan emosiku sedikit kalut.


To be Continued..... :)


It'S AMAZING !!!!


                Hari ini tanggal 26 Agustus 2012 tepat sekali di hari minggu adalah hari pertama aku masuk kelas perdana di USB School sekolah bisnis gratis yang didirikan oleh seorang motivator besar Victor Asih yang sekaligus merupakan penulis best seller buku 8 langkah menuju ke langit. Sebelum aku bisa masuk ke kelas perdana yang diminati ribuan orang yah cukup menguras tenaga dan pikiran karena aku harus berfikir beberapa kali agar aku bisa mengikutinya dengan baik dan serius. Dannnnn akhirnya aku bertekad bulat untuk mengikutinya.
Sebelumnya aku mengikuti seminar yang diakan oleh pihak USB dan hasilnya sangat amazing  banyak sekali inspirasi yang akan aku kembangkan kelak jika aku dapat masuk USB aku berharap dan terus berharap aku bisa masuk dan bersekolah di USB. Bukan masalah gratis dan tidak nya yang terpenting niat yang ada dalam diri dan hati kita apakah kita akan serius atau hanya main-main mengikuti teman jawabku dari hati yang terdalam. Hari demi hari setelah berakhirnya seminar itu tiba saatnya hari tes dimana penentuan diterima atau tidaknya USB School . Aku datang dengan Silvya Rachmawati teman seperjuanganku dari SMA dimana ada dia pasti ada aku. Hehe :D
Setelah beberapa hari menunggu hari ini seharusnya adalah pengumuman kelulusan USB School dan pada saat itu temanku Silvya Rachmawati sudah dinyatakan lulus dan bisa langsung mengikuti kelas perdana pada tanggal 26 Agustus 2012. Hati aku tak menentu sudah pasrah dengan keputusan yang akan terjadi nanti. Malam hari nya aku berdo’a sebelum tidur:
“Ya Alloh jika yang terbaik aku lulus berikan kesempatan itu.Aminn”
                Tak disangka setelah aku b angun dari tidur yang cukup panjang aku cek handphone ku itu adalah rutinitasku setiap bangun pagi .hehehe. Dan ada pemberitahuan pada inbox handphoneku dari nomor yang tidak aku kenali setelah aku buka
                “ Selamat Anda Lulus dalam seleksi USB...”
                Alhamdulilah jawabku sedikit keras akhirnya rasa gelisahku terbayar ya Alloh alhamdulilah puji syukur.

                Dan itulah kisahku menuju gerbang kesuksesan yang akan kutempuh insyaalloh. Amiinn.


Astri Permatasari


Selasa, 21 Agustus 2012

Happy Idul Fitri Beautiful Girl

Just Astri Permatasari in my home
We're the girl just only say to you "HAPPY IDUL FITRI 1433 H''Hope the best for you for now and future. Aminn

This is My Short Story


SALAH SANGKA
 
Hari ini sempurnalah kekesalanku pada adikku Rahma. Betapa tidak aku memergokinya sedang mengobrak-abrik rak buku meja belajarku.
“ Hei, Rahma apa yang sedang kamu lakukan di kamarku ?”.dengan wajah yang sangat marah. Eh, ia dengan entengnya menjawab
“Aku mencari buku diary kakak itu lho hadiah dari sunsilk, karena aku mau lihat artii warna biru kertas surat yang tadi diberikan oleh temanku Mira di sekolah”. Aku marah bercampur kesal mendengar jawabannya.
“ Rahma, kamu itu masih kecil sekolah saja kamu masih SD buku diary ini khusus diperuntukan buat kakak yang sudah remaja, karena kamu belum waktunya sana keluar jangan ingin tahu rahasia orang ! ”. Adikku ngeloyor pergi sambil cemberut dan mengomel.
 “Wah…itu pasti akal-akalan kakak saja, mungkin dia takut ketahuan rahasiannya dan takut terbongkar di buku diary itu”.
Sepeninggal adikku aku berpikir  tentang kelakuan Rahma akhir-akhir ini yang sangat membuatku jengkel, Betapa tidak dia dengan seenaknya masuk ke kamarku dan mengobrak-abrik kamar lihat ini, lihat itu bahkan baju-baju baruku sering dicobanya. Berulangkali aku memperingatkannya agar tidak usil di kamarku, eh dia malah semakin menjadi-jadi yang paling aku sebalkan dainya  ketika dia menemukan buku diaryku yang isinya sangat aku rahasiakan, padahal buku diary itu Aku simpan sangat hati-hati supaya adikku tidak menemukannya.
            Dua hari lamanya Aku tidak bertegur sapa dengan adikku sebab aku masih kesal dengan kelakuannya tempo hari. Melihat keadaan seperti ini Ibu berkata
“ Kak, kenapa kakak tidak pernah bermain dengan adikmu?”. Aku jawab dengan alasan
“Aku sangat sibuk dengan tugas di sekolahku. Ibu tersenyum mendengar jawabanku
 “ Kakak, kamu tidak boleh bersikap seperti itu Rahma masih kecil dan dia sangat mengagumimu sehingga apa yang kau lakukan ingin pula ia melakukannya”. Namun hatiku tidak merasa sejuk dengan perkataan ibuku itu”.
            Keesokkan harinya aku berangkat ke Sekolah dan tidak lupa berpamitan kepada orangtuaku,
“ Ayah Ibu aku berangkat ke Sekolah dulu ya.”
“ Kakak, belajar dengan baik dengarkan semua yang ibu Guru terangkan”. Dan aku berangkat ke Sekolah dengan menggunakan mobil. Sesampainya di Sekolah kulihat teman-teman sudah berkumpul sambil ngerumpi pasti tentang kecengannya itu. Sambil menyapa aku perlihatkan foto artis favoritku yang ku dapat dari tabloid kemarin sore. Di Sekolah aku bersahabat dengan teman sebangkuku  sampai-sampai rahasia pribadi pun sering kami tukar bersama.

            Minggu kelabu datang,Aku terkena tipes akut vonis Dokter ini menyebabkan Aku harus berbaring tak berdaya di rumah sakit. Setiap hari ibu dan ayah bergantian menjagaku dengan penuh kasih sayang. “Kakak, ini ada hadiah yang sangat indah dari orang yang sering membuatmu kesal”. Kata ibu ketika aku sedang termenung memikirkan sahabat yang tak kunjung datang menengokku. Dengan perasaan enggan kuterima bungkusan kado yang tak rapi itu, dalam pikiranku paling-paling kue murah dari warung sebelah rumahku. Tetapi alangkah terkejutnya aku ketika aku buka dan melihat isi hadiah itu tak kusangka barang yang diberikan adikku adalah barang impianku sejak lama. “ Bu, bagaimana dia tahu baju ini yang sangat aku inginkan ?” tanyaku dengan rasa haru. Ibu hanya tersenyum dan mengangkat bahu penuh maklum. Ayah yang sejak tadi mendengarkan ngkat bicara “ Kakak, rasa ingin tahu Rahma  yang menyebabkan dia tahu keinginnanmu itu, makannya jangan suka judes pada adikmu! ”. tegur ayah. Mendengar perkataan Ayah aku menangis terharu dan rasa penyesalan karena selama ini aku selalu berprasangka buruk pada adikku yang sangat sayang padaku.
            Seminggu sudah aku di rumah sakit dan Dokter memperbolehkan aku pulang dengan syarat harus memperbanyak istirahat dan jangan lupa meminum obatnya. Tiba di rumah yang pertama aku cari si jahil yang sangat kurindukan Rahma. Sambil berlari kecil kupanggil namanya, “ Rahma…kakak sudah pulang!!”. Tapi tetap tak kuperoleh jawaban, sambil terus mencari ke setiap ruangan aku terus memanggil namanya. Tiba-tiba dari arah belakang terdengar bunyi balon pecah “DUAAR!” aku terlompat sambil berteriak “AUW!” terdengar cekikik jahil yang pasti milik si jahil adikku, sambil melotot aku terkam tubuhnya dan berkata “ Awas ya aku bikin kamu terkikik selamanya!”. Rahma mengelinjang geli ketika tanganku mulai beraksi mengelitiknya, melihat itu ibu dan ayah hanya tersenyum bahagia melihat kerukunan sudah hadir kembali diantara kami.
            Menjelang tidur, malam itu aku berdo’a lama sekali memohon kepada Allahy SWT semoga kebahagiaan ini jangan sampai hilang karena prasangkaku yang berlebihan pada adikku. Maafkan kakak ya Rahma…

This is my first short story and Rahmania my inspiration. She is my sweety sister :)